• PENGERTIAN MOTIVASI

Motivasi mengandung arti usaha membangkitkan motiv.

Motiv adalah daya yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu atau beraktivitas.

Menurut Merle J. Moskowits : Motivasi adalah inisiasi dan pengarah tingkah laku, dan studi tentang motivasi adalah merupakan studi tentang ilmu tingkah laku manusia.

MOTIVSI : HAL YANG MENIMBULKAN DORONGAN ATAU KEADAAN YANG MENIMBULKAN DORONGAN

  • MOTIVASI BIASANYA SULIT DILIHAT KARENA :
  1. MOTIF ADA DALAM BENTUK SAMARAN
  2. SATU TINDAKAN MUNGKIN EKSPRESI DARI BEBERAPA MOTIF
  3. EKSPRESI MOTIF SESEORANG SAMA ATAU BERBEDA DENGAN ORANG LAIN
  • Sulitnya melihat motivasi seseorang
  1. Ekspresi Motiv seseorang berbeda satu dengan yang lain
  2. Motiv ada dalam bentuk samaran
  3. Satu gerakan mungkin merupakan bentuk dari beberapa motiv
  • TIGA ALASAN UTAMA YANG MENDORONG PERLUNYA MOTIVASI
  1. UNTUK MENGAMATI DAN MEMAHAMI TINGKAH LAKU BAWAHAN
  2. MENCARI DAN MENENTUKAN SEBAB-SEBAB TINGKAH LAKU BAWAHAN
  3. MEMPERHITUNGKAN,MENGAWASI DAN MENGUBAH SERTA MENGARAHKAN TINGKAH LAKU BAWAHAN
  • FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI KERJA

1. Faktor Bawaan (heredity)

Seseorang bekerja keras karena faktor bawaan seperti halnya bermain pada masa anak. Bekerja adalah bentuk aktivitas yang melibatkan fungsi fisik dan mental dalam upaya mendapatkan kepuasan (Mc. Gregor).

2. Faktor Kebutuhan Manusia

Besar kecilnya usaha mencapai tujuan dipengaruhi oleh mendesak-tidaknya kebutuhan individu terhadap sesuatu. Makin mendesak kebutuhannya (needs) makin besar motif (dorongan) sehingga makin besar usaha untuk mencapainya.

  • Model Hirarki Kebutuhan Menurut Abraham Maslow (berbentuk segitiga)
  1. KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI
  2. KEBUTUHAN HARGA DIRI
  3. KEBUTUHAN SOSIAL
  4. KEBUTUHAN AKAN KEAMANAN
  5. KEBUTUHAN FISIOLOGIS
  • Menurut David Mc. Clelland, dalam teori motif berprestasi, faktor motivator bagi manusia adalah :
  • kebutuhan berprestasi
  • kebutuhan berkuasa
  • Hal tersebut sejalan dengan pendapat Peterson Plowman bahwa orang mau bekerja karena ada :
  • keinginan untuk hidup
  • kebutuhan untuk suatu posisi
  • keinginan akan kekuasaan
  • keinginan akan pengakuan orang lain.

3. Faktor Kepuasan Kerja

  • 3.1 Sumber kepuasan kerja (satisfier atau motivator):
  • Prestasi kerja
  • Penghargaan/pengakuan
  • Pekerjaan itu sendiri
  • Tanggung jawab
  • Kemajuan
  • Pengembangan potensi individu.
  • 3.2 Sumber ketidakpuasan kerja adalah:
  • Kebijakan (policy) organisasi dan administrasi
  • Cara-cara pengawasan
  • Upah
  • Hubungan
  • Kondisi kerja
  • Keamanan kerja
  • Status

4. Pemaknaan terhadap“kerja” secara utuh

Bekerja adalah ibadahnya manusia
Bekerja adalah kesempatan mengabdi dan menjadi berguna bagi keluarga, masyarakat dan negara.
Pekerjaan adalah karunia Tuhan yang patut disyukuri dengan cara bekerja sebaik-baiknya.
Bekerja dapat meningkatkan kesejahteraan hidup.

5. Penerapan “hadiah” dan “hukuman”

Penerapan pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment) yang tidak konsisten dan tidak tepat bisa berakibat menurunnya motif kerja karyawan.

6. Asumsi pimpinan terhadap staf (bawahan)

  • Mc. Gregor mengemukakan Teori X dan Teori Y
  • Teori X :
  • a.Rata-rata karyawan malas tak suka bekerja.
  • b.Karyawan cenderung tak berambisi meraih prestasi optimal dan menghindar dari tanggung jawab.
  • c.Karyawan suka dibimbing, diperintah, diawasi dalam bekerja.
  • d.Karyawan lebih mementingkan diri sendiri dari pada tujuan organisasi.
  • Teori Y :
  • a.Karyawan rata-rata rajin bekerja dan merasa kesal kalau tak bekerja.
  • b.Umumnya karyawan suka memikul tanggung jawab dan mencari metode kerja yang terbaik.
  • c.Umumnya karyawan berusaha mewujudkan tujuan organisasi, dengan memberi kontribusi sebesar-besarnya dalam pencapaian tujuan.
  1. MODEL MOTIVASI

a. Model Tradisional
Model ini mengemukakan bahwa untuk memotivasi staf agar gairah kerjanya meningkat ialah dengan cara memberikan insentif berupa uang atau barang yang berharga.

b. Model Hubungan Manusia

Model ini mengemukakan bahwa untuk memotivasi staf agar gairah bekerjanya meningkat ialah dengan memberikan kebutuhan sosialnya, dilibatkan dalam kegiatan, yang dianggap penting (diakui), dihargai dan sebagainya.

c. Model Sumber Daya Manusia

Model ini menyatakan bahwa untuk meningkatkan gairah bekerja staf tidak hanya memberikan penghargaan materil, tetapi dengan memberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk memberi tanggung jawab dan membuktikan kemampuannya.